Wednesday 9 October 2019

PETANQUE (Cara Memulai Bermain Petanque)


Hello gaess.. para pecinta pendidikan jasmani yang berbahagia dimanapun Anda berada, postingan kali ini aku ingin berbagi informasi sedikit tentang olahraga baru yang mungkin sudah pernah ada diantara teman-teman sekalian yang mengetahuinya bahkan pernah memainkan olahraga ini. Tetapi saya yakin (dengan segenap jiwa raga) pasti lebih banyak lagi teman-teman sekalian yang sama sekali belum pernah mendengar dan menyaksikan secara langsung olahraga ini. Bahkan kalau mendengar dan membaca nama olahraga ini mungkin telinga dan matanya akan meriang dan iritasi......... hahahaa........ swry jk gaess’.  

Olahraga ini namanya PETANQUE ...iyaa... betul.... PETANQUE. Mendengar namanya saja sudah gurih dan nikmat serasa makan kue... hahaaa.. apalagi kalau dimainkan pasti lebih gurih dan nikmat... (entah apa yang merasukiku.. swry gaess). Kalian juga bisa menyebutnya dengan PETANK biar bibirnya enggak terkilir...hahahaaa...

FOKUS!! Postingan aku kali ini ingin membahas mengenai CARA MEMULAI BERMAIN PETANQUE, tapi sebelum membaca postingan aku, kalian klik link tentang PETANQUE dibawah ini, wajib dibaca biar akrab ‘siapa tau kalian keluarga’.

Foto bersama Coach Petanque Sulawesi Selatan

CARA MEMULAI BERMAIN PÉTANQUE

Peralatan
  • Pétanque dimainkan oleh dua tim, di mana setiap tim terdiri dari satu (single), dua (double), atau tiga (triple) pemain.
  • Dalam permainan tunggal (single) dan ganda (double) masing-masing pemain bermain dengan tiga boule logam (bola besi; disingkat Bosi). Untuk permainan tiga orang (triple) setiap pemain hanya bermain menggunakan dua Bosi.
  • Lapangan permainan pétanque disebut medan (terrain) . pétanque pada umumnya dapat dimainkan di lapangan terbuka seperti; di taman, halaman sekolah, halaman rumah, dll. Tanpa menggunakan garis batas lapangan/medan kecuali pada pertandingan resmi lapangan pétanque di beri garis batas di sekeliling lapangan/medan pertandingan.
  • Di pétanque, pemain melempar sambil berdiri ataupun jongkok didalam sebuah lingkaran (ring) plastik merah yang memiliki ukuran berdiameter 50 cm. Apabila diluar pertandingan resmi kita tidak memiliki ring plastik, boleh membuat/menggambar  lingkaran sendiri di tanah dengan menggunakan ranting kayu dsb.  

Spesifikasi peralatan
  • Bola Besi (Bosi) atau Boules
  • Bosi yang digunakan dalam pertandingan kompetisi memiliki berat dan ukuran yang sama sesuai standar FIPJP  (Fédération Française de Pétanque et Jeu Provençal). Bosi terbuat dari logam (biasanya baja) dengan diameter antara 70,5 dan 80 mm dan berat antara 650 dan 800 g.
  • Jack (Cochonnet)
  • Jack atau bola sasaran, adalah bola kecil yang terbuat dari kayu, kayu boxwood tradisional atau kayu beech, berdiameter 30 mm. Biasanya jack diberi warna yang cerah dan terang.
  • Lapangan/Medan atau Terrain
  • Pétanque dapat dimainkan di hampir semua ruang terbuka yang datar. Tanah mungkin tidak teratur dan terganggu oleh pohon atau batu, dan permukaannya cenderung tidak rata, dengan beberapa area keras dan halus dan area lainnya kasar dan berbatu atau permukaan lapangan biasanya diberi kerikil yang halus.
Untuk lapamgan pertandingan, medan bermain yang besar dibagi lagi dan ditandai (biasanya menggunakan paku dan tali) menjadi medan bertanda persegi panjang sehingga beberapa permainan dapat dilakukan secara bersamaan. Untuk pertandingan turnamen, medan yang ditandai adalah persegi panjang setidaknya 4 meter dan 15 meter.


Awal Permainan
Permainan dimulai dengan cara diundi menggunakan lemparan koin untuk menentukan tim mana yang pertama kali bermain. Tim yang memenangkan undian memulai permainan dengan menempatkan lingkaran plastik, kemudian berdiri di lingkaran dan melemparkan jack ke jarak 6–10 meter. Seorang pemain dari tim yang melempar jack, melempar bosi pertama. Kemudian seorang pemain dari tim lawan melempar bola.

Saat permainan berlangsung, tim dengan bosi yang paling dekat dengan jack dikatakan "poin". Tim yang tidak membuat poin, melempar boule berikutnya. Tim itu terus melempar boule sampai mendapatkan poin, atau kehabisan bosi.

Jika suatu saat bosi terdekat dari masing-masing tim sama jauhnya dari jack, maka tim yang melempar bosi terakhir melempar lagi. Jika bosi masih berjarak sama maka tim bermain bergantian sampai salah satu tim membuat kesalahan yang fatal. Jika boule masih berjarak sama pada akhir round maka tidak ada tim yang mencetak poin.

Tim yang memenangkan pertandingan round pertama, memulai kembali round berikutnya dengan memasang lingkaran (ring) plastik di daerah bosi yang dilemparkan pada round pertama, kemudian mengambil jack, berdiri di lingkaran, dan melemparkan jack untuk memulai round (babak) berikutnya.


Poin atau Skor
Permainan selesai ketika kedua tim telah melemparkan semua bosi mereka, atau ketika jack keluar  dari permainan (mati). Jika permainan selesai dengan cara yang biasa - dengan jack masih hidup dan satu tim dengan bosi terdekat - maka tim dengan bosi terdekat memenangkan akhir dan skor satu poin untuk masing-masing bosi yang lebih dekat ke jack daripada bosi tim lain yang terdekat.

Jika jack masih hidup tetapi ada situasi "equidistant boules" di akhir round, maka tidak ada tim yang mencetak poin. Jika jack mati di akhir dan salah satu tim (tim lawan kehabisan bosi) masih memiliki bosi yang tersisa untuk dimainkan, tim itu mencetak satu poin untuk setiap bosi yang masih ada di tangannya. Kalau tidak, tidak ada tim yang mencetak poin sampai round (babak) itu berakhir

Contoh: Tim Dosen melawan Tim Mahasiswa
  • Tim Dosen memiliki bosi terdekat dengan jack, tetapi dua bosi terdekat adalah milik Tim Mahasiswa. Tim Dosen mencetak satu poin. Tim Mahasiswa tidak mendapat poin.
  • Tim Dosen memiliki 2 bosi lebih dekat dari 1  bosi terdekat Tim Mahasiswa dari jack. Tim Dosen mencetak dua poin. Tim Mahasiswa tidak mendapat poin.


Pemenang 
Permainan terdiri dari beberapa mènes (bahasa prancis), end atau round (bahasa Inggris). Jack (bola sasaran kayu kecil) dilemparkan ke lapangan, diikuti oleh kedua tim melemparkan bosi mereka.

Setelah kedua tim melempar semua bosi mereka, tim dengan bosi yang paling dekat dengan jack memenangkan permainan. Tim yang menang mencetak satu poin untuk masing-masing bosi yang lebih dekat daripada bosi terdekat tim lawan. Itu berarti bahwa tim yang menang secara teori dapat mencetak sebanyak enam poin pada akhirnya, tapi kebanyakan poin yang bisa di raih hanya 1 atau 2 point dalam tiap round.

Saat permainan berlangsung, setiap tim mengumpulkan poin sampai salah satu tim mencapai 13 poin. Tim yan lebih dulu mengumpulkan 13 poin itulah yang menjadi pemenangnya.

Teknik Melempar Bosi (Bola Besi)
  • Bosi dapat dilemparkan dengan cara apa pun yang diinginkan pemain, tetapi cara tradisional adalah dengan memegang bosi dengan telapak tangan ke bawah, dan kemudian melempar dengan ayunan lengan bawah lengan yang berakhir dengan gerakan pergelangan tangan ke atas.  Melempar dengan cara ini akan membuat backspin pada bosi dan memberi pemain kontrol maksimum dan fleksibilitas saat melempar.
  • Bosi dapat digelindingkan menyusuri tanah, dilemparkan pada ketinggian yang biasa, atau bahkan dilemparkan sangat tinggi (a high lob atau portée ).
  • Pemain biasanya membawa meteran untuk mengukur titik dekat.
  • Di awal sampai akhir permainan, sebelum melempar jack, jika tidak ada ruang yang cukup bagi pemain untuk melemparkan jack ke jarak hukum maksimum 10 meter, maka pemain diizinkan untuk memindahkan lingkaran kembali ke titik di mana ada cukup ruang.
  • Di lapangan/medan dengan batas yang ditandai dengan senar, bosi atau jack harus benar - benar melewati tali garis batas sebelum dianggap keluar dan dinyatakan mati.


Strategi
Secara umum, strategi untuk memenangkan permainan  dengan “Pointing” dan “Shooting”
  • Pointing yaitu bagaimana bosi tersebut diposisikan di tempat tertentu, biasanya posisi bosi sangat dekat jaraknya dengan jack.
  • Shooting yaitu bagaimana seorang pemain melemparkan bosi secara langsung kearah bosi lawan agar jauh dari dari jack.

Lemparan terbaik disebut ‘carreau’. yaitu tembakan yang mengenai bosi lawan secara tepat, kemudian bosi kita yang menggantikan posisi bosi lawan.

Pemain yang jago untuk menembak secara akurat disebut ‘shooters’. Pemain yang biasanya jago ‘pointing’  disebut pointer. Sebagai strategi, pointer dimainkan terlebih dahulu dan penembak ditahan sebagai cadangan jika lawan sangat tangguh.

Strategi Melempar Bosi dan Jack
Beberapa strategi ketika melempar bosi yang harus diperhatikan, yaitu:
  • Secara tradisional, aturan dasar petanque adalah posisi bosi berada di depan jack dengan jarak yang sangat dekat. Bosi dengan posisi lebih dekat dan berada di depan jack  jauh lebih berharga daripada yang ada di belakang jack. Jika bosi kita di depan jack dapat mempersulit tim lawan untuk meraih posisi bosi mereka dekat dengan jack, bahkan bisa saja tim lawan sengaja atau tidak sengaja mengenai bola kita sehingga bosi kita terdorong lebih dekat dengan jack.
  • Seorang Pointer harus teliti dan memperhatikan situasi sebelum mengarahkan bosi yang dimilikinya, pointer yg baik mengetahui kapan harus mempertahankan bosi dan kapan menempatkan bola agar tim lawan terpancing untuk menghabiskan bosi yang dimiliki shooter dari tim lawan.
  • Secara umum, sangat tidak disarankan jika melakukan shooting dengan bosi terakhir yang tim kita miliki. Keputusan yang tepat  adalah melemparkan bosi terakhir yang tim kita miliki kearah jack dan  berusaha agar bosi kita sedekat mungkin dengan jack, hal ini membatasi tim lawan dengan hanya memenangkan satu poin.

Beberapa strategi melempar jack yang harus diperhatikan, yaitu:
  • Lemparkan jack ke jarak di mana shooter kita merasa paling nyaman untuk melakukan shooting, ataukah shooter tim lawan merasa tidak nyaman dengan posisi jack yang kita tempatkan.
  • Lemparkan jack ke daerah yang disukai oleh pointer kita, atau yang mungkin sulit untuk pointer tim lawan.
  • Mengecoh tim lawan dengan melemparkan jack ke posisi baru pada lapangan yang tak terduga oleh tim lawan dengan memainkan jarak jauh dan pendek.

Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/P%C3%A9tanque (7 Oktober 2019)
https://id.wikipedia.org/wiki/P%C3%A9tanque (6 Oktober 2019)
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/apa-itu-petanque-cabor-baru-di-pon-2019/ (7 Oktober 2019)
https://makassar.tribunnews.com/2019/03/20/fopi-sulsel-akan-gelar-turnamen-petanque-pesertanya-dari-indonesia-timur-apa-itu-petanque (7 Oktober 2019)

ANALISIS PERBANDINGAN MANAJEMEN PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA AMERIKA

MAKALAH

ANALISIS PERBANDINGAN MANAJEMEN 
PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA
THE UNITED STATES OF AMERICA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pendidikan Jasmani dan Olahraga merupakan dua bidang yang sangat penting di dalam budaya masyarakat The United States of America (USA). Dalam bidang Olahraga, USA sebagaimana kita ketahui bersama telah menyelenggarakan 8 (delapan) kali ajang Olimpiade. Sampai saat ini USA telah meraih 2.301 medali dalam Olimpiade Musim Panas dan 253 medali dalam Olimpiade Musim Dingin, prestasi yang sangat luar biasa dan kebanggaan masyarakat USA dalam bidang keolahragaan. Medali-medali tersebut berasal dari beberapa olahraga yang sangat populer di kalangan masyarakat USA diantaranya adalah; Bisbol, Futbol Amerika, Bola Basket, Hoki es, Golf, Tinju, Selancar, Skateboarding, Tenis lapangan, Snowboarding, Pacuan kuda dan Balap Mobil (NASCAR).

Pendidikan Jasmani di United State of America (USA) sama dengan pendidikan pada umumnya. Pendidikan Jasmani sudah diberikan kepada anak-anak semenjak mereka sudah mulai duduk dibangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi, baik sekolah atau perguruan tinggi yang berstatus negeri maupun berstatus swasta. Di USA anak-anak dapat memperoleh pendidikan dengan bersekolah dirumah yang dikenal dengan sekolah rumah atau Homeschooling. Menurut Bryan (2000) Struktur dan status pendidikan jasmani (Physical Education) di USA telah berubah secara signifikan selama 40 tahun terakhir. Pendidikan jasmani telah berubah dari komponen penting dan bernilai pendidikan anak-anak pada tahun 1950-an dan 1960-an menjadi tidak penting dan terancam dengan eliminasi pada tahun 1970-an dan 1980-an untuk sekali lagi mencapai tingkat status pada 1990-an.

Pendidikan di USA dikelola oleh negara bagian dan pemerintah daerah namun tetap dibawah naungan Departemen Pendidikan USA sebagai lembaga yang mengatur anggaran Pendidikan jasmani dari pemerintah federal. Dalam bidang pendidikan, The United State of America merupakan negara yang memiliki sekolah-sekolah yang sangat terkenal di dunia baik yang berstatus negeri maupun swasta. Memang apabila dibandingkan dengan negara manapun, USA merupakan salah satu negara yang memiliki kesadaran akan dunia pendidikan yang sangat tinggi di dunia sehingga PBB menetapkannya sebagai salah satu negara yang memiliki indeks pendidikan tertinggi ke-12 di dunia pada tahun 2006. Buta aksara masyarakat USA diperkirakan hanya sekitar 1% yang artinya 99% masyarakat USA bisa membaca.

Pendidikan Jasmani Di USA terbagi atas Pandangan pertama, atau juga sering disebut pandangan tradisional, menganggap bahwa manusia itu terdiri dari dua komponen utama yang dapat dipilah-pilah, yaitu jasmani dan rohani (dikhotomi). Pandangan pendidikan jasmani berdasarkan pandangan dikhotomi manusia ini secara empirik menimbulkan salah kaprah dalam merumuskan tujuan, program pelaksanaan, dan penilaian pendidikan. Kenyataan menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan jasmani ini cenderung mengarah kepada upaya memperkuat badan, memperhebat keterampilan fisik, atau kemampuan jasmaniahnya saja. Kemudian, pandangan yang kedua yaitu Pandangan modern, atau sering juga disebut pandangan holistik. Pandangan ini memandang kehidupan sebagai totalitas. Siedentop (1990), mengemukakan, “pendidikan jasmani modern yang lebih menekankan pada pendidikan melalui aktivitas jasmani didasarkan pada anggapan bahwa jiwa dan raga merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan.

Dari uraian yang telah paparkan diatas, maka penulis tertarik untuk membahas materi dalam makalah ini dengan judul “Analisis Perbandingan Pendidikan Jasmani dan Olahraga United Satates of America”.

1.2. Rumusan Masalah
        Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu;
  • Analisis Perbandingan Manajemen Pendidikan Jasmani dan Olahraga United Satates of America (USA) ?
1.3. Tujuan
        Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini ;
  • Untuk mengetahui Perbandingan manajemen Pendidikan Jasmani dan Olahraga United Satates of America (USA).

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Defenisi Manajemen Penjas dan Olahraga
  • Defenisi Manajemen; (Management can be defined as the process of administering and controlling the affairs of the organization, irrespective of its nature, type, structure and size) Manajemen dapat didefinisikan sebagai proses mengelola dan mengendalikan urusan organisasi, terlepas dari sifat, jenis, struktur, dan ukurannya (https://businessjargons.com/management.html).
  • Definisi pendidikan jasmani di Amerika oleh Pangrazi dan Dauer (1992) sebagai berikut, “pendidikan jasmani merupakan bagian dari program pendidikan umum yang memberi kontribusi, terutama melalui pengalaman gerak, terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh. Pendidikan jasmani didefinisikan sebagai pendidikan gerak dan pendidikan melalui gerak dan harus dilakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan definisi tersebut”. Wall dan Murray (1994), mengemukakan hal serupa dari sudut pandang yang lebih spesifik, “masa anak-anak adalah masa yang sangat kompleks, dimana pikiran, perasaan, dan tindakannya selalu berubah-ubah. Oleh karena sifat anak-anak yang selalu dinamis pada saat mereka tumbuh dan berkembang, maka perubahan satu element sering kali mempengaruhi perubahan pada eleman lainnya. Oleh karena itulah, adalah anak secara keseluruhan yang harus kita didik, tidak hanya mendidik jasmani atau tubuhnya saja”
  • Defenisi Pendidikan Olahraga (Sport Pedagogy) adalah bidang studi akademis, yang terletak di persimpangan antara olahraga dan pendidikan. Sebagai suatu disiplin, pedagogi olahraga berkaitan dengan pembelajaran, pengajaran dan pengajaran dalam olahraga, pendidikan jasmani dan bidang-bidang terkait aktivitas fisik. Sementara pedagogi olahraga sebagian besar dianggap sebagai sub-disiplin ilmu olahraga (di Amerika Utara sering disebut sebagai kinesiologi), landasan teoretisnya juga didukung oleh ilmu pendidikan umum. Oleh karena itu, pedagogi olahraga subdisiplin ilmiah bersekutu dengan bidang, sains, dan pendidikan olahraga (Wikipedia).
  • Defenisi Manajemen olahraga ; Manajemen olahraga adalah bidang bisnis yang berhubungan dengan olahraga dan rekreasi. Beberapa contoh manajer olahraga meliputi sistem front office dalam olahraga profesional, manajer olahraga perguruan tinggi, manajer olahraga rekreasi, pemasaran olahraga, manajemen acara, manajemen fasilitas, ekonomi olahraga, keuangan olahraga, dan informasi olahraga (Wikipedia).
  • Defenisi Manajemen Pendidikan Jasmani dan Olahraga; Manajemen olahraga melibatkan setiap kombinasi keterampilan yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, penganggaran, memimpin, dan mengevaluasi dalam konteks organisasi atau departemen yang produk atau layanan utamanya terkait dengan olahraga atau aktivitas fisik, (DeSensi, Kelley, Blanton dan Beitel, 2003) (https://www.shapeamerica.org/career/fields/sport-management.aspx).
2.2. Analisis Perbandingan Manajemen Penjas dan Olahraga United States of America
  •  Manajemen Pendidikan Jasmani USA
Di United States of America (USA), Struktur dan status pendidikan jasmani (PE) telah berubah secara signifikan selama 40 tahun terakhir. Pendidikan jasmani telah berubah dari komponen penting dan bernilai pendidikan anak-anak pada tahun 1950-an dan 1960-an menjadi tidak penting dan terancam dengan eliminasi pada tahun 1970-an dan 1980-an untuk sekali lagi mencapai tingkat status pada 1990-an. Pada 1950-an dan 1960-an. Amerika merasa perlu dipersiapkan secara fisik untuk aksi militer. Namun, tahun 1990-an, USA meningkatkan perhatian pada masalah terkait kesehatan yang dikaitkan dengan kurangnya olahraga dan aktivitas fisik. Dengan meningkatnya pengakuan olahraga dan aktivitas fisik yang jauh ini, pendidikan jasmani sekali lagi mendapatkan status di sekolah umum.

Namun, Pendidikan jasmani di USA secara teratur diperiksa oleh distrik sekolah setempat yang membuat keputusan mengenai anggaran dan keuangan. Para pemimpin pendidikan, cendekiawan, guru, administrator dan orang tua telah menyerukan konsentrasi yang lebih besar pada mata pelajaran akademik dan kurang penekanan pada pendidikan jasmani. program pendidikan jasmani akhirnya di hapuskan pada program sekolah. Namun, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa pendidikan jasmani menjadi lebih dihormati di bagian akhir abad ke-20 dan awal abad 21.

Di United States of America, pendidikan jasmani dipengaruhi oleh “progressive education”. Maksud progressive education ini menyatakan bahwa semua pendidikan harus memberi kontribusi terhadap perkembangan anak secara menyeluruh, dan pendidikan jasmani mempunyai peranan yang sangat penting terhadap perkembangan. Pendidikan jasmani di Amerika Serikat diartikan sebagai pendidikan melalui aktivitas jasmani (education through physical). Pandangan ini kita kenal dengan pandangan Holistik yang dipelopori oleh Wood dan selanjutnya oleh Hetherington pada tahun 1910.

Pendidikan Jasmani berubah yang tadinya lebih menekankan pada gimnastik dan fitnes menjadi lebih merata pada seluruh aktivitas fisik termasuk olahraga, bermain dan rekreasi. Dalam prosesnya siswa dituntut untuk menerima Olahraga dalam kurikulum di sekolah-sekolah karena mengandung nilai-nilai pendidikan. Akhirnya, Olahraga terus tumbuh dan berkembang menjadi aktivitas fisik yang merupakan bagian integral dari kehidupan manusia. Olahraga menjadi populer, siswa menyenanginya dan ingin mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi di sekolah-sekolah.

Daryl Siedentop (1982) mengemukakan keyakinannya bahwa olahraga dapat dipandang sebagai mata pelajaran pendidikan jasmani. Keyakinan ini, bagaimanapun, merasa emosi oleh keprihatinannya mengenai banyak pendekatan pedagogis untuk pengajaran olahraga dalam pendidikan jasmani di mana konten didekontekstualisasikan dari budaya olahraga terkait. Siedentop (1982) berpendapat bahwa olahraga hanya dapat dipandang sebagai subjek pendidikan jasmani jika situasi ini diatasi dan pengalaman siswa tentang olahraga dalam pendidikan jasmani kaya akan pendidikan dan dikontekstualisasikan dalam pemahaman mereka tentang budaya olahraga kontemporer. Siedentop (1982) mengusulkan model kurikulum dan instruksional yang mensimulasikan fitur kontekstual utama olahraga dengan pedagogi yang berpusat pada siswa di mana siswa secara bertahap memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk belajar.

Kesadaran akan perlunya aktivitas jasmani untuk kesehatan di USA memanglah sangat tinggi. Namun, Status pendidikan jasmani di USA paling lemah. Hal ini diukur dari kurangnya siswa di sekolah-sekolah negara bagian dan distrik tidak memilih atau mengambil mata pelajaran pendidikan jasmani. Mereka berpendapat bahwa kurikulum pendidikan jasmani terbatas, tidak seperti klub Olahraga yang populer disekolah-sekolah. Akibatnya, sangat sulit untuk menumbuhkan kecintaan pada pendidikan jasmani pada semua siswa.

Masalah berikutnya di USA adalah kekurangan guru mata pelajaran pendidikan jasmani. Saat ini kebutuhan akan guru pendidikan jasmani hampir dua kali lipat. Banyak Sekolah-sekolah yang tidak memiliki guru pendidikan jasmani di beberapa negara dan distrik di Amerika serikat. Akibatnya, mengharuskan mata pelajaran pendidikan jasmani diampuh oleh guru di luar mata pelajaran pendidikan jasmani. Bisa dibayangkan bagaimana bila mata pelajaran pendidikan jasmani di ajarkan oleh pengajar yang tidak memiliki sertifikasi dalam bidang pendidikan jasmani, siswa akan menderita atau dirugikan karena keterampilan dan kebugarannya tidak akan berkembang dengan baik. Selain itu, terdapat beberapa sekolah akan mempekerjakan pelatih yang tidak memiliki sertifikat pendidik untuk mengajar atau  mengampuh mata pelajaran penjas.

Masalah lain pendidikan jasmani di sekolah-sekolah Amerika Serikat adalah konflik peran guru-pelatih. Di USA, pendidikan jasmani terkait erat dengan olahraga, terutama di tingkat menengah. Dalam banyak kasus, guru pendidikan jasmani juga diminta untuk melatih tim olahraga setelah sekolah sebagai bagian dari tugas mengajar mereka. Berkali-kali kinerja guru / pelatih diukur dalam persentase pemenang olahraga dan bukan dalam pengajaran sekolah yang efektif. Ini, pada gilirannya, menyebabkan para guru yang dihadapkan dengan dilema ini untuk lebih berkonsentrasi pada perencanaan praktik olahraga dan strategi permainan daripada mempersiapkan dan mengajar kelas pendidikan jasmani mereka. Ini menciptakan lingkungan di mana pendidikan jasmani adalah kepentingan sekunder atau tersier dalam hierarki sekolah.

Pendidikan umum di United States of America (USA) dikelola oleh negara bagian dan pemerintah daerah, serta diregulasikan oleh Departemen Pendidikan USA dengan anggaran dari pemerintah federal. Di sebagian besar negara bagian, anak-anak diwajibkan bersekolah ketika berusia enam atau tujuh tahun (taman kanak-kanak atau kelas satu) sampai mereka berusia delapan belas tahun (kira-kira kelas dua belas, akhir dari sekolah menengah atas). Pendidikan jasmani menghadapi kurangnya dukungan federal, yang telah menyebabkan pengurangan program dan sumber daya Physical Activity (McMurrer, 2008). Kurangnya dukungan federal ini sebagian besar disebabkan oleh hasil yang tidak disengaja dari "Undang-Undang Dasar dan Sekunder “No Child Left Behind Elementary and Secondary Act," yang berfokus pada prestasi dan akuntabilitas siswa dalam mata pelajaran inti (mis., Membaca dan matematika; McKenzie & Lounsbery, 2009). Akibatnya, sekolah lebih sedikit mempersembahkan waktu dan sumber daya untuk pendidikan jasmani untuk membebaskan lebih banyak waktu dan sumber daya untuk mata pelajaran sekolah lainnya (Siedentop, 2009).

Lembaga dan organisasi Pendidikan jasmani dan olahraga, tidak ada undang-undang federal yang mengamanatkan jumlah hari dan menit pendidikan jasmani setiap minggu Institute of Medicine (IOM), 2013; McKenzie & Lounsbery, 2009; Story et al., 2009). SHAPE America – The Society of Health and Physical Educators, yang sebelumnya dikenal sebagai  The American Alliance for Health, Physical Education, Recreation and Dance (AAHPERD) merekomendasikan sekolah-sekolah dasar dan menengah untuk menyediakan 150 menit dan 225 menit pendidikan jasmani mingguan National Association for Sport and Physical Education, (Asosiasi Nasional untuk Olahraga dan Pendidikan Jasmani, 2004).

Dengan berbagai masalah dan kendala yang dihadapi, dasar dan tugas utama dalam mengembangkan pendidikan jasmani di USA sangatl banyak tantangannya. Meskipun organisasi seperti The American Alliance for Health, Physical Education, Recreation and Dance (AAHPERD) dan The National Association for Sport and Physical Education (NASPE) menganjurkan dan menerbitkan standar untuk pendidikan jasmani sekolah, penentuan apa yang penting biasanya dilakukan oleh pemerintah negara bagian, distrik sekolah setempat, dan guru pendidikan jasmani. Di tingkat lokal, apa yang dianggap penting biasanya tergantung pada orientasi kurikuler guru. Orientasi kurikulum sangat dipengaruhi oleh sekolah. Dalam perkembangan Pendidikan Jasmani di USA, tercatat 3 (tiga) momen yang telah membawa pendidikan jasmani ke garis depan dan kepedulian warga dan administrator sekolah yang telah membantu meningkatkan status pendidikan jasmani ;
  • Pengembangan dan promosi standar dan tolok ukur untuk pendidikan jasmani oleh Asosiasi Nasional untuk Olahraga dan Pendidikan Jasmani,
  • Temuan-temuan dari laporan Surgeon Generars 1996, dan
  • Proposal Undang-Undang Pendidikan Jasmani untuk Kemajuan tahun 1999 oleh Senator Amerika Serikat Ted Stevens.
Saat ini pendidikan jasmani menjadi perhatian yang lebih besar bagi para pembuat kebijakan sekolah. Agar suatu mata pelajaran memiliki kredibilitas di USA, penting baginya untuk memiliki standar dan tolok ukur yang harus dicapai siswa sebelum lulus dari sekolah menengah. Berkembangnya kurikulum mata pelajaran Pendidikan jasmani dan olahraga menunjukkan bahwa praktisi dan peneliti melihat potensi untuk memperoleh pembelajaran siswa yang selaras dengan standar pendidikan jasmani dari badan pemerintahan relatif. The National Association for Sport and Physical Education (NASPE) menetapkan standar konten nasional untuk pendidikan jasmani menekankan pada siswa kompetensi (keterampilan dan pembelajaran taktis), aktivitas fisik dan kebugaran, dan pengembangan pribadi dan sosial.

Pengalaman para guru dan duru pelatihan guru formal. Tugas utama untuk pendidikan jasmani di Amerika Serikat umumnya diklasifikasikan ke dalam empat kategori:
  • Pengembangan kebugaran,
  • Pengembangan keterampilan,
  • Pengembangan afektif, dan
  • Perkembangan kognitif
Di United States of America, jumlah anak-anak yang hidup dalam kemiskinan, milik geng, dan yang tidak menerima manfaat sosial melambung sangat tinggi. Untuk mengatasi masalah sosial yang berkembang ini, program pendidikan jasmani telah fokus pada pencapaian hasil seperti:
  • menghormati hak dan perasaan orang lain,
  • partisipasi dan upaya yang giat,
  • pengarahan diri sendiri.
  • sensitivitas dan daya tanggap terhadap kesejahteraan orang lain, dan
  • menggunakan perilaku ini di luar kelas pendidikan jasmani
Hasil seperti strategi pembelajaran, aturan anatomi, fisiologi, kesehatan, dan pemikiran kritis adalah tugas utama untuk program dengan pembenaran kognitif. banyak sekolah menengah memperluas kurikulum pendidikan jasmani mereka untuk memasukkan pelatihan dalam karir terkait pendidikan jasmani seperti pelatihan atletik. Para sarjana menganjurkan pengembangan keterampilan berpikir kritis sebagai tugas utama pendidikan jasmani. berpendapat bahwa pendidikan jasmani adalah area di mana pemikiran kritis dapat digunakan terbaik karena kenyataan bahwa tantangan fisik, kognitif, dan afektif adalah bagian dari kelas setiap hari, Kesimpulan Untuk mengatakan bahwa status pendidikan jasmani di USA baik positif atau negatif akan tidak akurat dan tidak adil. Apa yang bisa dikatakan. Apakah pendidikan jasmani menghadapi masa ketika statusnya dapat berubah baik atau buruk. Jelaslah bahwa kepedulian publik terhadap kesehatan fisik dan mental anak-anak adalah hebat dan iklim saat ini telah memberikan kesempatan pendidikan jasmani untuk kembali menjadi aspek penting dari kurikulum sekolah.

Pada bulan Desember 2015, Kongres A.S. mengotorisasi kembali Undang-Undang Pendidikan Dasar dan Menengah (ESEA) dengan nama “Every Student Success Act” (ESSA). ESSA menggantikan "No Child Left Behind Elementary and Secondary Act" dan memberikan kerangka kerja untuk pendidikan dasar dan menengah di USA. Hal  penting, ESSA memasukkan komentar yang menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan dan fisik adalah komponen kunci dari "pendidikan yang menyeluruh." Konsep "pendidikan menyeluruh" menggantikan istilah "mata pelajaran inti" yang awalnya digunakan di ESEA. Penting bahwa pendidik dan pemimpin legislatif di semua tingkatan mengambil langkah (pun intended) untuk melihat bahwa sekolah memberikan pengalaman belajar yang efektif yang mempengaruhi kesehatan dan perilaku. Sebagai hasil dari pendidikan jasmani yang diidentifikasikan sebagai bagian dari pendidikan yang menyeluruh, isinya mungkin akan meningkat dalam hal pentingnya, yang akan membutuhkan pendidikan jasmani di semua tingkatan yang disampaikan oleh guru yang disertifikasi sebagai spesialis pendidikan jasmani. Menekankan pentingnya memiliki anak yang sehat di sekolah akan membantu meningkatkan tingkat permainan di antara matematika, sains, dan pendidikan Jasmani. Demikian juga, menjadikan pendidikan jasmani sebagai bagian dari pendidikan yang menyeluruh akan membutuhkan sistem pertanggungjawaban yang memastikan bahwa tujuan dan standar kurikuler terpenuhi. Akibatnya, guru dan administrator harus bertanggung jawab untuk memenuhi standar jika tujuannya adalah untuk mengimplementasikan program pendidikan jasmani dan olahraga  berbasis kualitas.
  • Manajemen Olahraga USA
Olahraga terus tumbuh dan berkembang menjadi aktivitas fisik yang merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat USA. Olahraga menjadi populer, sampai mempengaruhi dalam bidang pendidikan, olahraga sangat disenangi siswa di sekolah-sekolah dan siswa sangat antusias untuk mendapatkan kesempatan berpartisipasi dalam olahraga. Olahraga disekolah dibentuk dalam bentuk organisasi-organisasi disesuaikan dengan tingkatan sekolah di USA. Adapun organisasi olahraga di USA dibagi atas;
  1. Olahraga Profesional
  2. Olahraga Perguruan Tinggi
  3. Olahraga Sekolah Menengah; tim dan individu
  4. Olahraga Amatir
Sebagaimana yang kita ketahui dari keempat organisasi diatas terdapat dua organisasi olahraga yang menyentuh di bidang pendidikan. Organisasi olahraga perguruan tinggi dikhususkan untuk mahasiswa perguruan tinggi. National Collegiate Athletic Association (NCAA) merupakan badan/organisasi pengelola olahraga perguruan tinggi terbesar di USA. Salah satu program NCAA ini sering memberikan Beasiswa perguruan tinggi kepada siswa maupun atlit . Sedangkan, Organisasi Olahraga Sekolah Menengah, dikhususkan untuk siswa yang duduk dibangku Sekolah Menengah. Federation of State High School Associations (NFHS) merupakan lembaga yang menaungi bidang olahraga di sekolah menengah negeri maupun swasta. NFHS telah mendorong dan meningkatkan pertumbuhan partisipasi anak perempuan dalam melakukan olahraga.

Title IX (undang-undang hak sipil federal di United States of America yang disahkan sebagai bagian dari Amandemen Pendidikan tahun 1972) adalah masalah yang semakin penting dalam hukum olahraga perguruan tinggi. Undang-undang tersebut, disahkan pada tahun 1972, menjadikannya ilegal bagi lembaga yang didanai pemerintah federal untuk melakukan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin atau gender. Dalam undang-undang olahraga, undang-undang sering merujuk pada upaya untuk mencapai kesetaraan bagi olahraga perempuan di perguruan tinggi. Kantor Hak Sipil (OCR) dibebankan dengan menegakkan undang-undang ini. Lembaga ini menerapkan tes tiga cabang untuk sekolah untuk mematuhi:

Apakah peluang untuk atlet wanita dan pria sebanding dengan pendaftaran mereka?
Apakah sekolah memiliki sejarah memperluas peluang atletik untuk wanita?
Apakah sekolah telah menunjukkan keberhasilan dalam memenuhi kebutuhan siswa?

Pada 1995 Gender in Equity Disclosure Act disahkan untuk mewajibkan sekolah membuat laporan tahunan, publik tentang tingkat partisipasi atletik pria-wanita, merekrut berdasarkan gender, dan dukungan keuangan. Keputusan Mahkamah Agung USA di Brown University V. Cohen, adalah aspek penting dari litigasi untuk olahraga wanita.

Dalam kebijakan pemerintah USA tidak ada agen pemerintah Amerika yang bertugas mengawasi olahraga. Namun, President's Council on Physical Fitness and Sports memberikan saran kepada Presiden melalui Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, mensosialisasikan tentang aktivitas fisik, kebugaran, dan olahraga, dan mempromosikan aktivitas fisik rutin untuk kesehatan semua warga Amerika. Untuk mengatur partisipasi Amerika dalam Gerakan Olimpiade dan mempromosikan olahraga Olimpiade  U.S. Congress  telah mencarter United States Olympic Committee . Kongres juga melibatkan dirinya dalam beberapa aspek olahraga, terutama kesetaraan gender dalam atletik perguruan tinggi, obat-obatan terlarang dalam olahraga pro, siaran olahraga dan penerapan undang-undang antimonopoli ke liga olahraga.

USA menawarkan peluang tanpa batas untuk terlibat dalam olahraga, baik sebagai peserta atau sebagai penonton. Hukum olahraga di USA tumpang tindih dengan hukum perburuhan, hukum kontrak, hukum persaingan atau antimonopoli, dan hukum gugatan. Secara historis, masalah paling kontroversial seperti hak pilihan bebas, gaji minimum, ukuran pasukan, wajib militer, batasan gaji, alasan pemutusan hubungan kerja, dan penangguhan, masalah batasan penggunaan obat-obatan dalam olahraga.


BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Manajemen Pendidikan Jasmani dan Olahraga melibatkan setiap kombinasi keterampilan yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, penganggaran, kepemimpinan, dan evaluasi dalam konteks organisasi atau departemen yang produk atau layanan utamanya terkait dengan olahraga atau aktivitas fisik.

Perencanaan pendidikan jasmani dan olahraga; Pendidikan Jasmani berubah yang tadinya lebih menekankan pada gimnastik dan fitnes menjadi lebih merata pada seluruh aktivitas fisik termasuk olahraga, bermain dan rekreasi. Dalam prosesnya siswa dituntut untuk menerima Olahraga dalam kurikulum di sekolah-sekolah karena mengandung nilai-nilai pendidikan. Akhirnya, Olahraga terus tumbuh dan berkembang menjadi aktivitas fisik yang merupakan bagian integral dari kehidupan manusia. Olahraga menjadi populer, siswa menyenanginya.

Pengorganisasian pendidikan jasmani dan olahraga; The National Association for Sport and Physical Education (NASPE), The Society of Health and Physical Educators Organisasi (SHAPE America) yang sebelumnya dikenal dengan The American Alliance for Health, Physical Education, Recreation and Dance (AAHPERD).

Pengarahan pendidikan jasmani dan olahraga; Saat ini pendidikan jasmani menjadi perhatian yang lebih besar bagi para pembuat kebijakan sekolah. Agar suatu mata pelajaran memiliki kredibilitas di USA, penting baginya untuk memiliki standar dan tolok ukur yang harus dicapai siswa sebelum lulus dari sekolah menengah. Berkembangnya kurikulum mata pelajaran Pendidikan jasmani dan olahraga menunjukkan bahwa praktisi dan peneliti melihat potensi untuk memperoleh pembelajaran siswa yang selaras dengan standar pendidikan jasmani dari badan pemerintahan relatif.

Pengendalian pendidikan jasmani dan olahraga; Pendidikan umum di United States of America (USA) dikelola oleh negara bagian dan pemerintah daerah, serta diregulasikan oleh Departemen Pendidikan USA. Dalam undang-undang olahraga USA, undang-undang sering merujuk pada upaya untuk mencapai kesetaraan bagi olahraga perempuan di perguruan tinggi. Kantor Hak Sipil (OCR) dibebankan dengan menegakkan undang-undang ini. Keputusan Mahkamah Agung United States of America (USA) di Brown University V. Cohen, adalah aspek penting dari litigasi untuk olahraga wanita. Pada bulan Desember 2015, Kongres A.S. mengotorisasi kembali Undang-Undang Pendidikan Dasar dan Menengah (ESEA) dengan nama “Every Student Success Act” (ESSA). ESSA menggantikan "No Child Left Behind Elementary and Secondary Act" dan memberikan kerangka kerja untuk pendidikan dasar dan menengah di USA.

Penganggaran pendidikan jasmani dan olahraga; Pendidikan jasmani di USA secara teratur diperiksa oleh distrik sekolah setempat yang membuat keputusan mengenai anggaran dan keuangan. Pendidikan jasmani di United States of America (USA) dikelola oleh negara bagian dan pemerintah daerah, serta diregulasikan oleh Departemen Pendidikan USA dengan anggaran dari pemerintah federal. Pemerintah mewajibkan sekolah membuat laporan tahunan, publik tentang tingkat partisipasi atletik pria-wanita, merekrut berdasarkan gender, dan dukungan keuangan.

Kepemimpinan pendidikan jasmani dan olahraga; Para pemimpin pendidikan, cendekiawan, guru, administrator dan orang tua telah menyerukan konsentrasi yang lebih besar pada program pendidikan yang merujuk pada upaya untuk mencapai kesetaraan. Title IX (undang-undang hak sipil federal di United States of America yang disahkan sebagai bagian dari Amandemen Pendidikan tahun 1972) adalah masalah yang semakin penting dalam hukum olahraga perguruan tinggi. Undang-undang tersebut, disahkan pada tahun 1972, menjadikannya ilegal bagi lembaga yang didanai pemerintah federal untuk melakukan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin atau gender.

Evaluasi pendidikan jasmani dan olahraga; Penting bahwa pendidik dan pemimpin legislatif di semua tingkatan mengambil langkah (pun intended) untuk melihat bahwa sekolah memberikan pengalaman belajar yang efektif yang mempengaruhi kesehatan dan perilaku. Sebagai hasil dari pendidikan jasmani yang diidentifikasikan sebagai bagian dari pendidikan yang menyeluruh, isinya mungkin akan meningkat dalam hal pentingnya, yang akan membutuhkan pendidikan jasmani di semua tingkatan yang disampaikan oleh guru yang disertifikasi sebagai spesialis pendidikan jasmani. Menekankan pentingnya memiliki anak yang sehat di sekolah akan membantu meningkatkan tingkat permainan di antara matematika, sains, dan pendidikan Jasmani. Demikian juga, menjadikan pendidikan jasmani sebagai bagian dari pendidikan yang menyeluruh akan membutuhkan sistem pertanggungjawaban yang memastikan bahwa tujuan dan standar kurikuler terpenuhi. Akibatnya, guru dan administrator harus bertanggung jawab untuk memenuhi standar jika tujuannya adalah untuk men
gimplementasikan program pendidikan jasmani berbasis kualitas.

3.2. Saran

  1. Pemerintah di Negara manapun, wajib melibatkan praktisi, cendikiawan, guru dan dosen pendidikan jasmani dan olahraga dalam menyusun rancangan Undang-Undang tentang Keolahragaan.
  2. Guru merupakan aspek yang sangat penting dalam berkembangnya pendidikan jasmani dan olahraga di sekolah, maka dari itu perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan Guru harus dua kali lebih besar dari yang ada sekarang.


DAFTAR PUSTAKA
  • http://anungproboismoko.blogspot.com/2012/11/pendidikan-jasmani-di-amerika-serikat.html.(27 September 2019)
  • https://arham892.blogspot.com/2016/05/normal-0-false-false-false-en-us-x-none_18.html(27 September 2019)
  • https://businessjargons.com/management.html (27 September 2019)
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Sports_in_the_United_States (28 September 2019)
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Sport_management  (28 September 2019)
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Sports_law_in_the_United_States (6 Oktober 2019)
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Sport_pedagogy (27 September 2019)
  • http://file.upi.edu/Direktori/FPOK/JUR._PEND._OLAHRAGA/196509091991021 BAMBANG_ABDULJABAR/Konsep_Pendidikan_Jasmani_.pdf  (27 September 2019)
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat (28 September 2019)
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat#Pendidikan (28 September 2019)
  • https://id.wikipedia.org/wiki/National_Collegiate_Athletic_Association (6 Oktober 2019)
  • http://www.thesmartjournal.com/perceptions.pdf (28 September 2019)
  • https://www.shapeamerica.org/career/fields/sport-management.aspx (27 September 2019)
  • https://www.researchgate.net/publication/243666764_Sport_Education_physical_education_for_the_new_millennium?enrichId=rgreq30d72bb5ecf83ae9b6aa7cd00b7308c8XXX&enrichSource=Y292ZXJQYWdlOzI0MzY2Njc2NDtBUzoxNTgzNzQzMzExNjY3MjBAMTQxNDc3MDc5MTIzMg%3D%3D&el=1_x_3&_esc=publicationCoverPdf (29 September 2019)
  • https://www.researchgate.net/profile/Bryan_Mccullick?amp%3BenrichSource=Y292ZXJQYWdlOzIzNTc5MjAyMztBUzo5OTA5NzU3OTA5ODEyOUAxNDAwNjM4MTEzMzMz&amp%3Bel=1_x_5&amp%3B_esc=publicationCoverPdf (27 September 2019)
  • https://www.icsspe.org/system/files/Cooper%20et%20al%20%20Implementing%20Policies%20to%20Enhance%20Physical%20Education%20and%20Physical%20Activity%20in%20Schools.pdf (28 September 2019)
  • Irfandi & Rahmat, Zikrur. 2017. Manajemen Penjas dan Olahraga. Surakarta: Yuma Pustaka.

Download Format Pdf : https://drive.google.com/open?id=1CFdarUlWU4j8JOF9jm8MwGy16fRV3ypU
Download Format Ppt : https://docs.google.com/presentation/d/1DNAGZ0OHj22P-yFA8yMk-ug_MK2BhFyq0JmFJTeeEJk/edit?usp=sharing

Friday 27 September 2019

SEPAK TAKRAW : Makalah


BAB I

PENDAHULUAN


Latar Belakang
Sepak takraw adalah suatu permainan yang menggunakan bola yang terbuat dari rotan atau fiber. Dimainkan diatas lapangan yang berukuran panjang 13,42 m dan lebar 6.10 m. Di tengah-tengah dibatasi oleh jarring seperti permainan badminton.
Permainan ini dimainkan oleh 3 orang peregu , yang terdiri dari 2 regu. Dalam permainan ini banyak menggunakan kaki . Pada masa sekarang ini bola yang digunakan terbuat dari fiber yang dahulunya orang banyak menggunakan bola dari rotan.

Tujuan
Makalah ini disusun untuk mengenal permainan sepak takraw.

Manfaat
  • Mengetahui tentang sejarah sepak takraw
  • Mengetahui tentang teknik dasar sepak takraw
Rumusan Masalah
  • Pengertian sepak takraw  
  • Sejarah sepak takraw.
  • Teknik dasar permainan sepak takraw  
  • Lapangan sepak takraw.
  • Metode pembelajaran sepak takraw


BAB II
PEMBAHASAN


Pengertian sepak takraw
Sepak takraw adalah suatu permainan yang menggunakan bola yang terbuat dari rotan atau fiber. Dimainkan diatas lapangan yang berukuran panjang 13,42 m dan lebar 6.10 m . Di tengah-tengah dibatasi oleh jarring seperti permainan badminton.

Sejarah sepak takraw
Kejuaraan paling bergengsi dalam sepak takraw adalah King’s Cup World Champions yang terakhir diadakan di Bangkok, Thailand. Permainan ini berasal dari zaman kesultanan melayu (634-713) dan dikenal sebagai sepak raga dalam bahasa melayu. Bola terbuat dari anyaman rotan dan pemain berdiri membentuk lingkaran .
Sepak takraw berasal dari dua kata yaitu sepak dan takraw. Sepak berarti gerakan menyepak sesuatu dan takraw berarti bola atau barang bulat yang terbuat dari anyaman rotan.

Catatan sejarah terawal tentang sepak raga terdapat dalam sejarah melayu. Ketika pemerintahan Sultan Mansur Shah Ibni Almarhum Sultan Muzzaffar Shah (1459-1477). Seorang putranya bernama raja ahmad telah dibuang negeri Karena sudah membunuh anak bendahara, akibat persengketaan ketika bermain sepak raga. Raja ahmad kemudian diangkat menjadi sultan di pahang , bergelar Sultan Muhammad  Syah I Ibni Almarhum Sultan Mansur Shah.

Permainan sepak takraw berkembang pesat mulai tahun 1983 , seluruh daerah di Indonesia sudah memiliki pengurus daerah(pengda) atau sekarang bernama pengurus provinsi(pengprov) persatuan sepak takraw seluruh Indonesia (PSTI).

Permainan sepak takraw internasional telah membentuk induk organisasi tingkat asia sejak 1982, yang perkembangannya secara internasional sekarang ini sangat hebat . tidak hanya Negara-negara asia tenggara yang mengembangkan olahraga ini , tapi hamper seluruh bangsa di dunia ini mengembangkan permainan sepak takraw , seperti Amerika , Australia dsb.

Teknik dasar permainan sepak takraw.

Sepak sila
Sepak sila adalah sepakan dengan menggunakan kaki bagian dalam, berguna untuk  mengontrol bola dan member umpan kepada teman.
Cara melakukan sepak sila adalah:
  • Berdiri dengan satu kaki
  • Kaki tendang diangkat dengan setinggi paha dengan lutut dibengkokkan ke samping.
  • Bola ditendang dengan kaki bagian dalam
  • Pada waktu menendang, tungkai kaki dikeraskan dan digerakkan dari bawah ke atas
  • Pandangan kea rah bola dan sasaran
Sepak Kuda
Sepak kuda adalah sepakan dengan menggunakan punggung kaki, berguna untuk mengontrol bola rendah dan melakukan serangan
Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
  • Berdiri dengan satu kaki dengan sedikit kaki tumpuan di tekuk/dibengkokkan
  • Kaki tendangan diangkat lurus di depan badan setinggi pinggul
  • Bola ditendang dengan punggung kaki
  • Pada saat menendang kaki diluruskan
  • Pada saat menendang,punggung kaki di luruskan dengan gerakan mendorong kearah  depan.
Sepak Telapak Kaki
Sepak telapak kaki adalah sepakan dengan menggunakan telapak kaki yang berporos pada kekuatan pergelangan kaki, sepak telapak kaki berguna untuk menjangkau bola tinggi di dekat net dan menahan serangan lawan.
Cara melakukan sepak telapak kaki adalah:
  • Berdiri dengan satu kaki dan kaki yang satunya diluruskan di depan badan dengan telapa kaki mengarah ke bola.
  • Pada saat menendang bola, telapak kaki dengan mendorong kea rah depan. Pandangan diarahkan kea rah bola dan sasara
Teknik Menyundul Bola
Menyundul bola dengan kepala bagian depan, yang berguna untuk mengumpan bola kepada teman dan melakukan serangan.
Cara melakukan sundulan kepala adalah sebagai berikut:
  • Berdiri dengan sikap kuda-kuda
  • Badan dicondongkan ke belakang dengan kedua tangan ditempatkan  disamping badan dengan siku bengkok.
  • Sundul bola dengan kepala bagian depan
  • Pada waktu menyundul bola, badan digerakkan ke depan sambil mengeraskan leher.
  • Pandangan kea rah bola dan sasaran
Teknik Menahan Bola
Menahan bola yang datang dari lawan dapat dilakukan dengan dada dan paha.

Menahan Bola dengan dada
Teknik ini dilakukan bila bola datang setinggi dada. Caranya adalah sebagai berikut:
  • Berdiri dengan sikap kuda-kuda
  • Badan dicondongkan ke belakang sambil membusungkan dada
  • Pada saat badan menyentuh bola, badan di keraskan dan didorong ke depan hingga bola memantul dengan baik.
  • Pandangan diarahkan ke bola dan sasaran
Menahan Bola Dengan Paha
Bola dapat ditahan dengan paha apabila datangnya bola setinggi pinggang atau perut. Cara melakukan adalah sebagai berikut:
  • Berdiri dengan satu kaki dengan lutut sedikit ditekuk
  • Kaki yang lain diangkat dengan paha naik ke atas
  • Menahan bola dengan paha bagian atas
  • Pandangan kea rah bola dan sasaran

Lapangan sepak takraw
Ukuran lapangan :
  • Ukuran lapangan : P : 13.4 m , L : 6,1 m
  • Bebas rintangan setinggi 7,32 m
  • Baris batas tebal >3,8cm
  • Garis tengah tebalnya 3,8 cm
  • Garis seperempat lingkaran dengan jari jari 90 cm
  • Tempat servis dengan jarak 2,45 m dari garis belakang dan 3,05 m dari garis sampingan.
Jaring / net
  • Jaring dibuat dari bahan benang kasar , tali atau nylon dengan ukuran lubang-lubangnya 4-5 cm.
  • Lebar jaring : 72 cm
  • Panjang jaring : >6,71 cm
  • Tinggi net putra : 1,55 m dipinggir dan minimal 1,52 di bagian tengah. 
  • Tinggi net putri : 1,45 m dipinggir dan minimal 1,42 di bagian tengah .
  • Pada pinggir atas , bawah dan samping dibuat pita selebar 5 cm yang diperkuat dengan tali yang diikatkan pada kedua ring.Kedudukan tiang 30 cm diluar garis.
Bola takraw

Terbuat dari plastik dimana awalnya adalah terbuat dari rotan, dengan ukuran :
Lingkaran :
  • Putra : 42-44 cm
  • Putri : 43-45 cm
Berat :
  • Putra : 170-180gr
  • Putri : 150-160gr
Peraturan Permainan Sepaktakraw


Lapangan
  • Lapangan Sepaktakraw seukuran dengan lapangan Badminton yaitu :13,4 m x 6,10 m
  • Sepaktakraw dapat dimainkan dalam gedung atau diluar gedung (apabila dimainkan didalam gedung maka tinggi loteng minimal 8 m dari lantai).
  • Keempat isi lapangan ditandai dengan cet atau lakban yang lebarnya 4 cm, diukur dari pinggir sebelah luar.
  • Areal bebas minimal 3 m dari garis luar lapangan bebas dari rintangan
  • Centre cirle yaitu garis tengah dengan lebar 2 cm.
  • Quarter circle yaitu garis seperempat lingkaran  dipojok garis tengah radius 90 cm diikur dari garis sebelah dalam.
  • The service circle adalah lingkaran service dengan radius 30 cm berada ditengah lapangan, jarak dari garis belakang 2,45 m dan jarak dari titik tengah garis lingkaran  kegaris tengah (Centre Line) 4,25m, jarak titik tengah lingkaran adalah 3,05m dari kiri dan kanan garis pinggir lapangan. 
Ukuran Tiang Net
  • Putra: Tinggi net 1,55m dipinggir dan minimal 1,52 di bagian tengah.
  • Putri: Tinggi net 1,45m dipinggir dan minimal 1,42 di bagian tengah.
  • Kedudukan tiang 30cm diluar garis pinggir
Jaring atau Net
  • Net terbuat dari tali atau benang kuat atau nilon, dimana tiap lubangnya lebar 6 – 8 cm.
  • Lebar net 70 cm dengan panjang 6,10 m.
Bola Takraw
Terbuat dari plastik dimana awalnya adalah terbuat dari rotan, dengan ukuran :
  • Lingkaran 42-44 cm untuk putra dan 43-45 cm untuk putri.
  • Berat adalah 170-180 gr untuk putra dan 150-160 untuk putri.
Pemain-pemain
  • Permainan ini dimainkan oleh 2 (dua) “Regu” masing-masing regu terdiri dari 3 (tiga) orang pemain dan disetiap regu dilengkapi oleh 1 (satu) orang pemain cadangan.
  • 1 (satu) dari tiga pemain diposisi belakang disebut back atau “Tekong” sebagai penyepak mula untuk memulai permainan. Dua orang berada didepan yang berada pada sebelah kiri tekong  disebut “Apit kiri” dan yang berada pada sebelah kanan tekong  disebut “Apit kanan”.
Kesalahan-kesalahan

Kesalahan Pihak Penyepak Bola
  • Apabila sebagai pelambung masih memainkan bola, melemparkan bola pada teman sendiri, memantulkan, melempar dan menangkap lagi setelah wasit menyebut posisi angka.
  • Apabila mengangkat kaki, menginjak garis, menyentuh atau melewati garis bawah net ketika melakukan lambung bola.
  • Tekong melompat saat melakukan service, kaki tumpuan tidak berada dalam lingkaran atau menginjank garis lingkaran servis.
  • Tekong tidak menyepak bola yang dilambungkan kepadanya.
  • Bola menyetuh salah seorang pemain sendiri sebelum bola melewati net.
  • Bola jatuh diluar lapangan.
  • Bola tidak melewati net.
Kesalahan Pihak Penerima Service 
  • Berusaha mengalihkan perhatian lawan seperti : (isyarat tangan, menggertak, bersuara keras  atau membuat keributan).
Kesalahan kedua Pihak
  • Ada pemain yang mengambil bola dilapangan lawan.
  • Menginjak dan melewati satu telapak kaki garis tengah.
  • Ada pemain yang melewati lapangan lawan, walaupun diatas atau dibawah net kecuali pada saat ”The Follow Trugh Ball”
  • Memainkan bola lebih dari tiga kali.
  • Bola mengenai tangan.
  • Menahan atau menjepit bola antara lengan dan badan atau antara dua kaki dengan bola.
  • Bola mengenai loteng atau pembetas lainnya.
Sistem perhitungan angka
  • Apabila penerima servis melakukan ksesalahan otomatis akan memperoleh angka sekaligus melakukan sepak mula lagi bagi penyepak mula.
  • Angka kemenangan setiap set maksimum 21 angka, kecuali pada saat posisi angka 20-20, pemenang akan ditentukan pada saat selisih dua angka sampai batas akhir 25 poin, ketika 20-20 wasit utama menyerukan batas angka 25 poin.
  • Memberikan kesempatan istirahat 2 menit masing-masing pada akhir  set pertama atau kedua termasuk Tie Break.
  • Apabila masing-masing regu memnangkan satu set, maka pemain akan dilanjutkan dengan set “Tie Break” dengan 15 poin kecuali pada posis 14-14, pemenang akan ditentukan pada selisih dua angka sampai batas akhirnya angka 17.
  • Sistem perhitungan angka menggunakan Relly Poin
Pergantian pemain
  • Setiap “Regu” hanya dapat melakukan 1 (satu) kali pergantian pemain dalam satu pertandingan.
  • Pergantian pemain diperbolehkan setiap saat ketika bola mati melalui tim menejer atau pelatih yang disetujui oleh official atau petugas pertandingan.
  • Setiap regu dapat menominasikan maximum dua orang cadangan tetapi hanya bolah melakuka pergantian pemain kali.
  • Pemain yang mendapat kartu merah dapat diganti dengan ketentuan belum ada pergantian pemain sebelumnya.
Posisi pemain pada saat service
  • Sebelum permainan dimulai, kedua regu harus berada dilapangan masing-masing dalam posisi siap bermain.
  • Dalam melakukan sepak mula, salah satu kaki tekong berada dalam garis lingkaran service.
  • Kedua apit kita melakukan servis harus berada pada seperempat lingkaran.
  • Lawan atau regu penerima servis bebas bergerak didalam lapangan sendiri.
Official (petugas pertandingan)
Suatu pertandingan harus dipimpin technikal sebagai berikut :
  • 2 orang Technical Delegotate
  • 6 orang juri (dewan hakim)
  • 1 orang Official Refree
  • 2 orang wasit (wasit utama dan wasit dua)
  • 6 orang penjaga garis samping dan belakang
Pinalty (hukuman)
Pemain yang menggar peraturan ini akan dikenakan sangsi atau hukuman pernyataan dari wasit apabila :
  • Memperlihatkan sikap tidak sopan kepada pemain atau penonton juga pada wasit atas keputusan yang diambil.
  • Menghubungi wasit yang bertugas dengan keras mengenai suatu keputusan yang diambil.
  • Meninggakan lapangan permainan tanpa permisi kepada wasit yang memimpin pertandingan.
  • Memberikan bola kepada pihak lawan dengan menggunakan kaki atau melemparkannya dengan keras.
  • Berkelakuan tidak sopan selama permainan.
Apabila hal tersebut dilanggar oleh seseorang pemain maka wasit menggunakan kartu sebagai berikut:

Kartu Kuning dan Kartu Merah
  • Sebagai tanda peringatan seorang pemain yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib seperti yang diatas.
  • Apabiia pemain telah menerima kartu kuning pada pertandingan yang sama.
  • Sikap kasar dan tidak sopan seperti memukul, menendang, meludah dan lain-lain.
  • Menggunakan kata-kata kotor atau mencaci maki.
Metode Pembelajaran sepak takraw
  • Ceramah, pemanasan dan game, demonstrasi, penugasan, diskusi, dan timbal balik.
  • Media dan Alat Pembelajaran 
  • Lapangan (sepak takraw), tiang, net, dan bola sepak takraw.
Langkah - Langkah Pembelajaran
  1. Pendahuluan (25 menit)
  2. Guru menunjuk salah satu siswa untuk membariskan siswa. 
  3. Melakukan persensi.
  4. Guru memberikan penjelasan tentang pengertian sepak sila dan sepak kura.
  5. Salah satu siswa ditunjuk sebagai pemandu pemanasan yang dimulai dari gerakan statis ke gerakan dinamis.
  6. Inti (35menit) + diskusi (15 menit)
  7. Guru menginstruksikan supaya siswa membentuk lingkaran mengelilingi dirinya.
  8. Guru memberikan contoh gerakan teknik sepak sila dan sepak kura.
  9. Guru membentuk dua barisan berbanjar disisi lapangan sebelah kiri dan dua barisan berbanjar disisi lapangan disebelah kanan yang saling berhadap-hadapan.
  10. Satu bola berada di barisan sisi sebelah kiri dan satu bola berada di sisi sebelah kanan dengan posisi bola saling bersilangan.
  11. Posisi terdepan dari barisan melambungkan bola lurus kedepan barisannya, kemudian posisi barisan terdepan yang menerima bola melakukan kontrol dengan sepak sila sebanyak dua kali.
  12. Pemain yang melemparkan bola segera menuju posisi terakhir dari barisannya, dan pemain yang menerima bola harus melempar bola ke arah pelempar sebelumnya supaya diterima posisi penggantinya. Dan seterusnya sampai semua melakukan lemparan dan kontrol dengan sepak sila.
  13. Setelah itu lakukan lemparan kembali dan setelah melakukan dua kali kontrol maka dilanjutkan dengan satu kali sepakan sila kearah yang berlawanan dan yang menerima harus melakukan dua kali kontrol dan satu kali sepakan sila ke arah yang berlawan dan seterusnya.
  14. Setelah semua melakukan tugas gerak di atas maka pasanglah net sebagai rintangan passing.
  15. Lakukan dua kali kontrol dan satu kali passing ke arah yang berlawanan secara bergantian.
  16. Untuk sepak kura, prosedurnya sama dengan sepak sila, namun bedanya pada saat mengontrol dan melakukan passing menggunakan sepak kura.
  17. Setelah semua melakukan tugas gerak di atas, maka guru mengumpulkan siswanya untuk berdiskusi tentang masalah apa saja yang di alami dan bersama-sama mencari solusi supaya siswa yang mengalami kesulitan dapat melakukan teknik dengan benar.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
  • Sepak takraw adalah suatu permainan yang menggunakan bola terbuat dari rotan atau fiber. Dimainkan diatas lapangan yang berukuran panjang 13,42 m dan lebar 6.10 m
  • Memperhatikan perkembangan olahraga sepak takraw sekarang ini , besar harapan prestasi cabang olahraga sepak takraw dimasa mendatang cukup cerah , karena olahraga ini sudah mulai diperhatikan oleh berbagai pihak walaupun belum seperti cabang olahraga lainnya.
  • Semoga prestasi dibidang olahraga sepak takraw ini  sudah bisa ditingkatkan lebih baik lagi dan untuk itu semua pihak harus mendukung olahraga ini agar bisa berkembang dan banyak generasi muda yang bisa mengukir prestasinya dibidang olahraga ini maupun yang lainnya. 


DAFTAR PUSATAKA

https://arham892.blogspot.com/2016/05/sepak-takraw_2.html
https://pengetahuanolahraga.wordpress.com/2011/01/23/peraturan-permainan-sepaktakraw/www.scribd.com/mobile/doc/241966295/MAKALAH-SEPAK-TAKRAW
xnewspro.blogspot.com/2013/02/makalah-sepak-takraw.html
http://elissapr.bl/2016/07/makalah-tentang-sepak-takraw.html
http://nanoardhianto.blogspot.com/2016/06/metode-pembelajaran-sepak-takraw-teknik.html
Syahban, Arham. "KONTRIBUSI KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN KOORDINASI MATA-KAKI TERHADAP KEMAMPUAN SEPAK SILA PERMAINAN SEPAK TAKRAW PADA MAHASISWA PUTRA STKIP PARIS BARANTAI KOTABARU." CENDEKIA: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN 6.2 (2018): 8-14.

MOTOR LEARNING

MOTOR LEARNING 🎯Olahraga dalam pendidikan merupakan kegiatan belajar yang dapat menghasilkan kemampuan, keterampilan, atau keahlian gerak d...

OnClickAntiAd-Block