Wednesday, 12 February 2020

Analisis Regresi Ganda : Statistika Penjas

Analisis Regresi Ganda menggunakan program SPSS 22

Pada kali ini kita akan melakukan Analisis Regresi Ganda dengan menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 22. Sebelum kita mulai teman-taman sekalian, ada baiknya sekilas kita mengetahui tentang regresi itu sendiri.

Menurut Jackson (2009) Analisis Regresi a procedure that allows us to predict an individual’s score on one variable based on knowing one or more other variables. Analisis regresi sama halnya dengan korelasi, yaitu menentukan persamaan hubungan antar variabel dengan tujuan untuk membangun model matematika yang akan membantu membuat prediksi tentang dampak variasi variabel (Bass, 2007).  Dalam Penelitian analisis regresi digunakan untuk menjawab Hipotesis penelitian kuantitatif.

Langkah awal sebelum melakukan analisis regresi adalah mengumpulkan data variabel penelitian. Pada contoh dibawah kita memiliki data hasil tes dan pengukuran;  Kekuatan otot lengan (X1), Keseimbangan badan (X2) dan Kemampuan servis atas permainan Bola voli (Y) dengan jumlah sampel (N) berjumlah 30 orang.

No
Nama Sampel
Kekuatan Otot Lengan (X1)
Keseimbangan Badan (X2)
Kemampuan Servis Atas Bolavoli (Y)
1
Abdillah
9
17,05
48
2
Adriansyah
8
7,23
22
3
Fauzi
12
9,27
37
4
Nurhadi
4
23,39
39
5
Ahmad
8
3,57
27
6
Ari
6
7
46
7
Ashar
2
3,89
26
8
Eko
10
12,38
48
9
Guritno
4
7,86
25
10
Hendra
2
5,13
28
11
Hery
8
7,23
35
12
Hudi
5
12,94
41
13
Irfan
4
18,12
28
14
Jaka
3
9,27
25
15
Jamalludin
6
7
37
16
Jecky
9
3,57
34
17
Juhriansyah
8
17,73
33
18
Kurniawan
6
12,68
27
19
Hairi
9
11,23
39
20
Buhari
6
18,12
39
21
Kadir
10
7
28
22
Arifin
6
12,94
38
23
Yaltsin
8
5,89
36
24
Niharja
6
10,92
37
25
Jaki
7
6,89
38
26
Romia
3
10,92
34
27
Rusdi
8
12,68
40
28
Sapto
9
17,73
41
29
Sugi
12
5,13
38
30
Wahyu
13
13,89
42

Selanjutnya, kita  melakukan analisis regresi ganda dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS Statistics 22. Berikut langkah-langkahnya;

a) Buka aplikasi SPSS 22

b) Klik sheet “Variable View” dan “Data View” silahkan input data variabel anda.


d) Klik menu “Analyze” pada toolbar

e) Klik “Regression”  kemudian Klik “Linear”


f) Muncul layar “Linear Regression” 

g) Masukkan variabel bebas ke kolom “Independent(s)” dan masukkan variabel terikat ke kolom “Dependent”


h) Klik “Statistics”. Muncul kotak “Linear Regression Statistics”

i) Centang dan bila selesai Klik “Continue”


j) Klik "Ok". “Bim salabim”

k) Muncullah lembar Output Analisis Regression



Secara sederhana hasil output analisis data regresi diatas dapat kita uraikan sebagai berikut:

Model Summary
Uji R Square  bertujuan untuk menentukan proporsi atau persentase total variasi dalam variabel terikat yang diterangkan oleh variabel bebas.

Hipotesis statistik:
H0= ρy.12 ≤ 0
H1= ρy.12 >  0
Dari hasil analisis diperoleh nilai koefisien korelasi ganda (R y.12) = 0,574 dan Fhit (Fchange) = 6,637, serta p-value = 0,005 < 0,05. Jadi, H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga koefisien korelasi ganda antara X1 dan X2 terhadap Y adalah berarti atau signifikan. Sedangkan koefisien determinasi ditunjukkan oleh R Square = 0,280. Jadi, terdapat pengaruh secara bersama-sama antara Kekuatan Otot Lengan (X1) dan Keseimbangan Badan ( X2) terhadap Kemampuan Servis atas Bola Voli (Y) sebesar 28 %, selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak kita masukkan dalam contoh penelitian ini.

Anova
Uji F digunakan untuk menguji salah satu hipotesis di dalam penelitian yang menggunakan analisis regresi linear berganda dan tabelnya adalah menggunakan tabel ANOVA.


Hipotesis:
H0:β1  = β2  atau  H0 : β1- β2 = 0
H1:β1 ≠  β2  atau  H1: β1- β2  ≠ 0
Dari hasil analisis regresi diatas diperoleh nilai F dimana Fhit = 6,637  dan  p-value = 0,005 < 0,05. Jadi, H0 ditolak dan H1 diterima . Sehingga kesimpulannya terdapat pengaruh linear variabel Kekuatan Otot Lengan (X1) dan Keseimbangan Badan ( X2) dan Kemampuan Servis atas Bola Voli (Y)

Coefficients
Berdasarkan  hasil output analisis regresi diatas juga diperoleh nilai B atau konstanta b0 = 22,227,  koefisien regresi b1 = 1,042 dan b2 = 0,531. Sehingga persamaan regresi linear ganda adalah Ŷ= 22,227 + 1,042 X1 + 0,531X2.

Hipotesis: 
H0:β1  ≤ 0 vs H1:β1  > 0
H0:β2  ≤ 0 vs H1:β2  > 0

Pada tabel diperoleh nilai koefisien Kekuatan Otot Lengan (X1) dimana thit = 2,743 dan p-value = 0,011/2 = 0,005 < 0,05.  Jadi , H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga Kekuatan Otot Lengan (X1) berpengaruh positif terhadap Kemampuan Servis atas Bola Voli (Y). Kemudian, nilai koefisien Keseimbangan Badan ( X2) dimana thit = 2,74 dan p-value = 0,020/2 = 0,01 < 0,05.  Jadi , H0 ditolak dan H1 diterima, yang bermakna Keseimbangan Badan ( X2) berpengaruh positif terhadap Kemampuan Servis atas Bola Voli (Y).

Demikianlah postingan kali ini, selamat belajar dan berlatih, semoga sukses. 
wassalam.

Sumber:
Bass, I. 2007. Six Sigma Statistics with Excel and Minitab. the United States of America: The McGraw-Hill Companies. Tersedia di http://ezproxy.athabascau.ca:2050/assetviewer.aspx?bookid=22126&chunkid=969682950.
Jackson, S.L. 2009. Research Methods and Statistics: A Critical Thinking Approach. Third Edited. United States: Wadsworth, Cengage Learning.

Friday, 7 February 2020

Uji Homogenitas : Statistika Penjas

Uji Homogenitas tujuan utamanya adalah  untuk memperlihatkan perbedaan atau persamaan dua atau lebih kelompok data dari populasi yang memiliki variansi yang sama. Makanya, Uji Homogenitas disebut juga Analisis Varians atau kita kenal dengan Test of Homogenity of Variances.

Beberapa teknik uji Homogenitas yang kita kenal diantaranya: Uji Bartlett, Uji- F, Uji- t, Uji Fmaks Hartley dan Scheffe (Anova 1-Jalan). Pada postingan kali ini kita akan melakukan Uji  Homogenitas data dengan menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 22 yaitu Tes One-Way Anova

Berikut contoh data kekuatan otot lengan (X1), Keseimbangan Badan (X2) dan Kemampuan Servis atas Permainan Bola Voli (Y) dengan jumlah sampel (N) berjumlah 30 orang yang akan kita cari Uji Homogenitasnya.

Selanjutnya, kita  melakukan uji Homogenitas data dengan salah satu teknik uji homogenitas yaitu One-Way Anova dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS 22. Berikut langkah-langkahnya;

a) Buka Program IBM SPSS 22

b) Klik menu “Analyze” pada toolbar

c) Klik “Compare Means”

d) Klik “One-Way ANOVA”



e) Masukan Variabel ke Kolom “Dependent list” dan “Factors”

f) Pilih “Options” dan centang “Homogeneity of Variance Test” pada statistics


g) Klik “Continue”, Kemudian Klik "Ok. 

i) Output Homogenitas data


Cara mengetahui varians data homogenitas pada output IBM SPSS 22 Statitiscs adalah dengan memperhatikan bilangan pada kolom signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed). Untuk menetapkan varians homogenitas, kriteria yang berlaku adalah sebagai berikut:
  1. Jika signifikansi yang diperoleh  > α (0,05), maka varians pada tiap kelompok sama atau Homogen
  2. Jika signifikansi yang diperoleh < α (0,05), maka varians pada tiap kelompok tidak sama atau tidak Homogen
Contoh kesimpulan secara sederhana:
Dengan demikian mendapatkan hasil uji Test of Homogeneity of Variances  untuk variabel kekuatan otot lengan (X1) dan variabel Keseimbangan Badan (X2) dengan jumlah sampel (N) sebanyak 30 maka diperoleh hasil Levene Statistic adalah = 3,199 sedangkan taraf signifikanfi adalah  0,002  > α (0,05). Maka data variabel kekuatan otot lengan dan variabel Keseimbangan Badan tidak homogen.

Kemudian pada tabel ANOVA diperoleh Nilai F sebesar = 11,276 dengan signifikansi 0,001 < α (0,05), sehingga berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, maka terdapat perbedaan data antara variabel kekuatan otot lengan dan data variabel keseimbangan badan. 

RENCANA PEMBELAJARAN PUKULAN BACKHAND TENIS MEJA

RENCANA PEMBELAJARAN MAHASISWA  MATA KULIAH TENIS MEJA "PUKULAN BACKHAND" 🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋🙋 🙋🙋🙋🙋...

OnClickAntiAd-Block